ankim

Teknologi & Rekayasa

tkj

Teknologi Informasi & Komunikasi
 

Kepariwisataan

Bisnis & Manajemen

Dalam hitungan hari, kicau dan gaung Desember dalam angka 2018 menghilang dari hadapan kita. Ia kembali bersemayam dalam ingatan, dan abadi menjadi kenangan. Sementara deretan angka 2019 siap mengepakkan sayapnya, menyusuri, melintasi ruang-ruang waktu yang kita lalui, sebuah entah yang tak dapat kita bantah.
 
 
SMKN1-2019.png
 
Silih berganti tahun, hanyalah sebab dari segala sesuatu yang telah terencana; seperti punggung langit yang menjatuhkan hujan, pun kehilangan. Seperti juga sebuah batu, yang kita lempar, akan berhenti di udara, betapa pun singkat. Begitulah hidup mengartikan harapan, juga kenangan.
 
Hidup adalah gerai kerinduan tak terkira, pencarian tak usai atas segala rahasia, tentang makna setiap perputaran roda. Kita telah terlanjur bersekutu dengan dosa. Sang waktu tersenyum manis, sedangkan maut sibuk mengasah keris.
 
Waktu bukanlah keabadian, sekadar labirin tanda tanya yang disetiap ujung jeda dan pintunya selalu sisakan misteri. Semua untai harap ingin kita jumpai. Segala rangkai ingin berharap kita temui. Perbedaan dari lampau tetap ingin kita jangkau. Sementara kebaikan tak mengenal paras dan penampilan. Ia hanya mengenal keihlasan dan kesungguhan, karena bermula dari hati penuh keteguhan dan rasa syukur.
 
Bukankah daun yang jatuh adalah rahasia, ada alam lain dimana berkuasa sakit, dan kehilangan tak butuh kata. Selama masih mendengar Zat Tuhan berdetak di jantung kita, menyertai kita di hutan-hutan nafas sunyi, tak perlu kita terus bertanya tentang harga peduli dan kesetiaan. Sebab mestinya kita sadar, pun belajar, ketika pernah diterjang curiga yang cadas. Fitnah yang pedas, hantaman hidup keras. Tapi cintaNya melembutkan hingga tuntas.
 
Demi semua kegamangan dalam ketidakpastian yang menyelimuti setiap hari yang tiba. Inilah hidup kita, ketakutan kita, ego kita, mimpi kita, esok kita, sejarah kita. Dan untuk itu semua, serela-relanya, kita jua yang akan mempertaruhkan segalanya.
 
Banyak yang gagal kita baca, kita menjadi buta atas mata kita sendiri. Banyak yang tak sempat kita dengar, kita menjadi tuli atas telinga kita sendiri. Banyak yang abai kita rasa, kita pun menjadi sakit atas hati kita sendiri. 
 
Tetapi, lihatlah jauh ke batas ingatan, kita makhluk kecil yang entah mengapa bisa bertahan. Kita hidup dari keberuntungan, menuju keberuntungan. Tentang perasaan, kita pun harus lebih berhati-hati. Karena bersama kesedihan yang kita bunuh, terkadang ada kebahagiaan yang ikut mati.
 
Di dunia yang riuh basa-basi, kita harus belajar menjenguk diri sendiri. Harus dan harus, lagi dan lagi, terus dan terus, sambil renung sejenak, mengingat pesan bijak Imam Syafi'i RA. "Bila kau tak tahan lelahnya belajar, maka kau akan menaggung perihnya kebodohan."
 
Kesabaran bukanlah kepasrahan; sebaliknya, kesabaran adalah tindakan aktif untuk mengumpulkan kekuatan. Dan diantara segala yang menua, hanya helaian cinta-Nya yang selalu berlomba bertahan diantara musiman dunia yang kian renta.
 
Deretan angka 2018 akan berakhir. Esok menjadi debar yang panjang, detak serupa piano yang retak oleh jari-jari yang gagal kita latih untuk menahan segala tatih. Tetapi kita tak pernah benar-benar melupakan. Kita hanya belajar mengikhlaskan, menjalani, dan mencintai dengan hati, dalam angka yang baru.
 
 
 
Selamat Datang Tahun 2019

Leave your comments

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Pengunjung

We have 38 guests and no members online

Schoolmedia

 

DitpSMK

Kemendikbud

kemendikbud

Pemkot Gorontalo

   ALAMAT
  
   Jalan Ternate, Kota Gorontalo
   Provinsi Gorontalo - 96125
  TELEPON
 

  (0435) 822313-822772

  EMAIL
 

  smkn1gorontalo@yahoo.co.id